Kesehatan The Series – Part 6 : … Hasil Tes Alergi = ALERGI TINGGI

Begitulah, sebagai orang tua yang sangat pengen my sweet little angel “DHEA” sehat total, maka aku menuruti saran dokter pasca operasi. Adalah untuk mengetahui penyebab adenoid membesar, yaitu dengan melakukan tes alergi.

Sesuai dengan rujukan dokter untuk melakukan tes alergi di Laboratorium Klinik PRODIA (yang setahuku sudah teruji dan akurat).

Jujur aja aku belum tahu tentang tes alergi, sehingga aku butuh waktu khusus untuk bertanya2 sama penaseihat spiritual dunia mayaku – yaitu MBAH GOOGLE, yang kemudian malah disuruh untuk berkunjung ke (Terima kasih atas infonya) :

Situsnya Laboratorium Klinik PRODIA

Situsnya Medicastore

Situsnya RS Harapan Bunda

Forum Ayah-Bunda Online

Sebetulnya sih aku sempat ngeri karena tes alergi bisa sampe penyuntikan tubuh berkali2, yang ternyata itu tergantung tes alerginya sesuai dengan petunjuk dokter. Untuk kasus anakku – DHEA, tes alerginya hanya sekali suntik pengambilan darah.

Kronologinya :

30 April 2010 : Jumat pagi, di Prodia – Dhea dianter maminya, tapi gak mau disuntik, malah nangis setakut2nya, minta ditemenin aku.

logo prodia high res

Jumat sore : Akhirnya, DHEA mau diambil darahnya ditemenin aku. Hasilnya ditunggu sekitar 2 – 3 hari lagi.

suntik

Di Prodia ini, aku dikasih penjelasan tentang tes alergi sejelas2nya. (Matu nuwun Mbak atas infonya)

13 Mei 2010 : Hasil tes aku ambil sehabis pulang kerja. (gak mudeng artinya)

14 Mei 2010 : kembali ke Dokter THT, yang akhirnya dinyatakan bahwa DHEA ternyata alergi tinggi namun it’s oke gak papa, disembuhin dulu pake obat selama 1 bulan. Ternyata angka normalnya dibawah 52, sementara DHEA tes alergi bicara angka 57.

(mudah2an 1 bulan ini ada hasil positifnya … Amien)

——————————————————–

oh ya … berikut beberapa referensi tentang alergi yang aku ambil dari :

>>  http://medicastore.com

…………………………………………………….

Penyakit alergi termasuk penyakit genetik atau keturunan, yang disebabkan oleh antibodi Imunoglobulin E (Ig E). Yang termasuk penyakit alergi adalah :

  1. Rinitis alergi, ditandai oleh bersin-bersin, hidung tersumbat, gatal, berair.
  2. Konjungtivitis alergi, ditandai oleh mata gatal, merah, berair, kelopak mata bengkak.
  3. Urtikaria (biduran, kaligata), ditandai oleh kulit bentol, merah, gatal.
  4. Dermatitis (eksim), ditandai oleh kulit merah, gatal, mengelupas, kasar.
  5. Asma, ditandai oleh batuk lama, sesak napas, bunyi mengi waktu bernapas.
  6. Pada saluran pencernaan, ditandai oleh mual, muntah, mules, diare.

Untuk mengetahui seseorang apakah menderita penyakit alergi dapat kita periksa kadar Ig E dalam darah, maka nilainya lebih besar dari nilai normal (0,1-0,4 ug/ml dalam serum) atau ambang batas tinggi. Lalu pasien tersebut harus melakukan tes alergi untuk mengetahui bahan/zat apa yang menyebabkan penyakit alergi (alergen).
Ada beberapa macam tes alergi, yaitu :

  1. Skin Prick Test (Tes tusuk kulit).
    Tes ini untuk memeriksa alergi terhadap alergen hirup dan makanan, misalnya  debu, tungau debu, serpih kulit binatang, udang, kepiting dan lain-lain. Tes ini dilakukan di kulit lengan bawah sisi dalam, lalu alergen yang diuji ditusukkan pada kulit dengan menggunakan jarum khusus (panjang mata jarum 2 mm), jadi tidak menimbulkan luka, berdarah di kulit. Hasilnya dapat segera diketahui dalam waktu 30 menit Bila positif alergi terhadap alergen tertentu akan timbul bentol merah gatal.
    Syarat tes ini :

    • Pasien harus dalam keadaan sehat dan bebas obat yang mengandung antihistamin (obat anti alergi) selama 3 – 7 hari, tergantung jenis obatnya.
    • Umur yang di anjurkan 4 – 50 tahun.
  2. Patch Tes (Tes Tempel).
    Tes ini untuk mengetahui alergi kontak terhadap bahan kimia, pada penyakit dermatitis atau eksim. Tes ini dilakukan di kulit punggung. Hasil tes ini baru dapat dibaca setelah 48 jam. Bila positif terhadap bahan kimia tertentu, akan timbul bercak kemerahan dan melenting pada kulit.
    Syarat tes ini :

    • Dalam 48 jam, pasien tidak boleh melakukan aktivitas yang berkeringat, mandi, posisi tidur tertelungkup, punggung tidak boleh bergesekan.
    • 2 hari sebelum tes, tidak boleh minum obat yang mengandung steroid atau anti bengkak. Daerah pungung harus bebas dari obat oles, krim atau salep.
  3. RAST (Radio Allergo Sorbent Test).
    Tes ini untuk mengetahui alergi terhadap alergen hirup dan makanan. Tes ini memerlukan sampel serum darah sebanyak 2 cc. Lalu serum darah tersebut diproses dengan mesin komputerisasi khusus, hasilnya dapat diketahui setelah 4 jam.
    Kelebihan tes ini : dapat dilakukan pada usia berapapun, tidak dipengaruhi oleh obat-obatan.
  4. Skin Test (Tes kulit).
    Tes ini digunakan untuk mengetahui alergi terhadap obat yang disuntikkan. Dilakukan di kulit lengan bawah dengan cara menyuntikkan obat yang akan di tes di lapisan bawah kulit. Hasil tes baru dapat dibaca setelah 15 menit. Bila positif akan timbul bentol, merah, gatal.
  5. Tes Provokasi.
    Tes ini digunakan untuk mengetahui alergi terhadap obat yang diminum, makanan, dapat juga untuk alergen hirup, contohnya debu. Tes provokasi untuk alergen hirup dinamakan tes provokasi bronkial. Tes ini digunakan untuk penyakit asma dan pilek alergi. Tes provokasi bronkial dan makanan sudah jarang dipakai, karena tidak nyaman untuk pasien dan berisiko tinggi terjadinya serangan asma dan syok. tes provokasi bronkial dan tes provokasi makanan sudah digantikan oleh Skin Prick Test dan IgE spesifik metode RAST.
    Untuk tes provokasi obat, menggunakan metode DBPC (Double Blind Placebo Control) atau uji samar ganda. caranya pasien minum obat dengan dosis dinaikkan secara bertahap, lalu ditunggu reaksinya dengan interval 15 – 30 menit.
    Dalam satu hari hanya boleh satu macam obat yang dites, untuk tes terhadap bahan/zat lainnya harus menunggu 48 jam kemudian. Tujuannya untuk mengetahui reaksi alergi tipe lambat.
    Ada sedikit macam obat yang sudah dapat dites dengan metode RAST.
    Semua tes alergi memiliki keakuratan 100 %, dengan syarat persiapan tes harus benar, dan cara melakukan tes harus tepat dan benar…………………

>> http://www.rsharapanbunda.com

……………………

Apakah Alergi Itu?
Alergi adalah terjadinya perubahan ataupun penyimpangan reaksi tubuh terhadap bahan/substansi yang disebut dengan alergen. Alergen banyak terdapat di sekitar kita, namun sebenarnya alergen tersebut tidak berbahaya bagi orang normal.

Bagaimana cara alergen masuk ke dalam tubuh kita?
Alergen masuk ke dalam tubuh dengan berbagai cara, yaitu dapat melalui saluran nafas (hirupan), saluran cerna (dimakan), kontak langsung dengan kulit atau selaput lendir mata, melalui gigitan/sengatan serangga, dan melalui suntikan.

Bahan apa saja yang dapat menyebabkan alergi?

  • Debu
  • Tungau
  • Kecoa
  • Bulu/serpihan kulit binatang
  • Serbuk sari tumbuhan
  • Jamur
  • Makanan
  • Obat-obatan
  • Kosmetik
  • dll

Apakah alergi merupakan penyakit keturunan?
Bukan. Siapa saja dapat menderita alergi, tetapi apabila ada satu atau kedua orang tuanya menderita alergi, kemungkinan seseorang untuk menderita alergi akan lebih besar.

Dimana saja reaksi alergi dapat timbul?
Tergantung pada lokasi tubuh atau tempat reaksi terjadi, seperti hidung, mata, paru-paru, saluran cerna, kulit, sistem peredaran darah, dll. Alergi paling sering terjadi pada hidung (Rhinitis Alergika), paru-paru (Asma), kulit (Biduran, Eksim).

Apakah Rhinitis Alergika itu?
Rhinitis Alergika yaitu reaksi alergi yang terjadi pada hidung dan selaput lendir. Hal ini dapat terjadi apabila tubuh terpapar alergen melalui saluran nafas, dengan gejala: hidung tersumbat, bersin-bersin, meler, gatal pada hidung dan mata, serta mata berair.

Bagaimana cara memastikan seseorang menderita Rhinitis Alergi?
Reaksi alergi sangat kompleks dan kadang-kadang sulit untuk membedakan dengan penyakit lain yang mempunyai gejala mirip seperti polip, infeksi virus, bakteri, reaksi hidung yang disebabkan terjadinya perubahan cuaca (suhu) dan polusi udara. Untuk mengetahui lebih pasti penyebabnya, maka perlu dilakukan pemeriksaan test kulit (Prick Test)

Apakah penyakit alergi dapat diobati?
Gejala alergi dapat dikurangi ataupun dikendalikan dengan menghindari penyebabnya atau dengan pemberian obat-obatan……..

SO … JANGAN ABAIKAN ALERGI … !!!!

About these ads

5 Responses

  1. Nice info gan..jangan lupa mampir ya^^

  2. ak kdr kulit sdh bolak balik tp kok bllun sembuh2 pdhal dia sdh prof> yg ak bingungkn knapa dia g suruh test alergi y? jd ak bsa tau pencetusny dr itu hanya ksh obat dan salep

  3. Terima kasih infox,kebetulan besok sore saya mau tes alergi..

  4. Informasi yang sangat bagus. Terimakasih

  5. Dari idul fitri sm hari ini my son ga henti2nya batuk bahkan smp muntah. Ke DR bs 2mggu skali smp sbln 3x. Tes makanan sdh dilakukan tp hasilny nihil malah kasian si kcl krn makananny sebatas tahu tempe daging dan sayur.ke terapis pun ga luput ak lakukan.. Bb smakin menurun. Smoga test kulit ini bs memberi jwban pasti alergi apa anakq ini. Tq infony… sgt membantu .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: