Linux di lingkup pemerintahan

picture-11.png

Saat ini sebagian besar institusi khususnya instansi pemerintah telah berlomba-lomba untuk mengantisipasi perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, salah satunya dengan pengadaan PC. Dan saking lamanya berada dibawah dominasi Microsoft, maka standar system operasi PC tersebut harus windows yang tentunya berbanding lurus dengan budget, padahal dengan budget yang sama jumlah PC yang terbeli bisa lebih banyak bila menggunakan linux.

Sebetulnya hal ini menjadi sebuah kewajaran, karena masih adanya deskripsi dan argumen dari hampir sebagian besar decission maker bahwa linux adalah sesuatu yang sulit (terlintas tampilan linux ala DOS) bahkan yang lebih mengerikan adalah muncul komentar singkat linux kuwi opo tho ? … walah … (eh tapi aku sendiri juga belum paham linux dech ! baru sekadar pernah install beberapa distro aja). Tapi that’s true

Kalo dilihat lebih mendalam lagi sebetulnya memang SDM yang ada masih banyak yang belum mengenal linux, kalaupun sudah tahu tetap ada kendala untuk segera bermigrasi ke linux, ya itu tadi … microsoft minded. Disamping sosialisasi linux sendiri dikalangan pemerintahn belum seheboh di sektor swasta, paling yang sudah sakti di perlinuxan adalah temen2 di kpde. Tercatat baru ada 2 kali sosialisasi open source (kalo gak salah waktu sosialisasi Indonesia, Go Open Source – IGOS NUSANTARA).

Namun kalo menurut aku sendiri yang masih newbie di perlinuxan, memang ada beberapa keuntungan pake linux diantaranya : (kalo masih kurang tolong ditambahin yach) :
– Gratis
– Gak ada bajakan
– Design lebih menarik
– Buanyak pilihan
– Sakti untuk networking n security
– Bisa dikembangin lebih jauh lagi
– dll

Sedangkan kekurangannya paling tidak saat ini adalah : (kalo masih kurang juga tolong ditambahin juga bos )
– masih baru
– database driver hardware masih sedikit
– beberapa hardware belum dilengkapi driver for linux
– dll

Kembali ke … laptop … !
Sebetulnya perjuangan untuk mengenal linux sendiri cukup berat, contoh aku sendiri.
Pertengahan tahun 2006 aku baru sadar kalo PC2 baru di officeku dilengkapi dengan Mandrake 9.1, lalu setelah menghitung kancing baju akhirnya aku coba untuk install di laptop dan hasilnya … DUAHSYATTT … data di laptop hilang semua (kena format .. walah ) sejak saat itu aku coba beberapa distro seperti Suse 9.0, Redhat, Linux XP, Simply Mephis, IGOS, Ubuntu, Edubuntu dan Kubuntu. Khusus keluarga usus buntu eh sorry the buntu family aku mendapat paket kiriman CD dari netherland (gratis bos) cuman ganti ongkos paket ulang 3000 rupiah. Informasi CD gratis ini aku dapetin dari browsing di internet yang merekomendasikan http://www.ubuntu.com

Silent please ….
Oh ya kembali ke … laptop … !
Saat ini aku masih pake double OS karena keterbatasan linux yang belum ada driver buat my printer juga karena system informasi yang ada running under windows. But dikala gak ada gawean, aku ajakin everyone in my office untuk bareng2 belajar mengenal linux. Dari beberapa kali pertemuan, dapat diambil kesimpulan, sebetulnya banyak menilai linux mudah (untuk keperluan kegiatan administrasi standar) tidak sesulit yang dibayangkan. Namun mereka juga menilai karena keterbatasan driver hardware membuat mereka berpikir seribu kali untuk bermigrasi ke linux. Itulah kondisi riil dilapangan, mudah2an next time better ….

One Response

  1. Setujuh!!! Viva Linux! Damn Windows!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: