Churn …. Apa itu ? Pernahkah Anda Terlibat didalamnya ?

Seiring pesatnya teknologi Telekomunikasi, saat ini churn rate di Indonesia terbilang tinggi. Seperti yang terdapat di www.agenpulsa.info, yang diantaranya sebagai berikut :

“…. Indonesia memiliki tingkat kartu hangus (churn rate) tertinggi di Asia Pasifik mencapai 10%. Angka itu dipicu oleh ragam promosi dari operator terutama dalam hal tarif yang cenderung berlebihan namun mengabaikan kualitas layanan … “

di bagian lain diungkapkan juga sebagai berikut :

“….Dirut PT Indosat Tbk Johnny Swandi Sjam menandaskan tingkat churn rate pada kartu prabayar di Indonesia sangat tinggi, jauh di atas rata-rata negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik seperti India (4,5%), serta China dan Hong Kong masing-masing sebesar 3% …”

Jadi Churn kalo boleh aku definisikan secara katroknya berarti kartu hangus, entah itu disengaja atau tidak. Kalo aku sendiri sih jelas terlibat dengan suksesnya … nah lho ! emang bener kalo kagak salah inget banyak number yang aku sengaja hangusin dari SIMPATI, MENTARI, XL, IM3 dan FLEXY. Sekarang aja aku pegang 2 number flexy (satu buat PDA, satunya buat my private number), 1 number esia (iseng aja …. tapi kayaknya bakalan hangus juga nih) dan satu number MENTARI.

Dan aku juga yakin banyak juga Bapak / Ibu / Saudara-i /Friend yang pernah (dan masih) memiliki lebih dari 1 number dan juga pernah churning cardnya toh ?

Kenapa yah ?

Kalo aku sendiri sih, hangusnya kartu disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya :

– Pengen ganti nomor yang gampang diinget (nomor cantik)

– Kartu perdananya sekarang murah

– Kebutuhan

– dll

Emang sih tiap orang pasti punya alasan masing2 mengapa melakukan churning, tapi menurut Indonesia Development Monitoring Research, yang melaporkan Hasil Survey IDM Tentang Penguna Seluler di Indonesia, diantaranya sebagai berikut :

“….Persaingan bisnis telekomunikasi sangatlah ketat. Para operator berlomba-lomba untuk menambah jumlah customer basenya. Dalam enam bulan terakhir perang penjualan Kartu Perdana Murah yang dilakukan para operator cukup marak. Kondisi ini mendorong peningkatan churn rate (kartu hangus), akibatnya kartu perdana kini menjadi semacam Calling Card, hanya digunakan ketika pulsa masih ada dan bila sudah tidak ada pulsanya, kartu akan dibuang kemudian beralih ke kartu lain.

Churn rate di Indonesia bisa mencapai 26% dalam setahun, sementara yang terjadi di Asean rata-ratanya mencapai 15%.Tingginya churn rate, dipacu oleh murahnya harga pulsa kartu perdana bila dibandingkan dengan pulsa isi ulang. Angka ini sebetulnya bisa ditekan bila operator mau menjual kartu perdana dengan harga lebih tinggi dari isi pulsanya atau menjual kartu perdana tanpa pulsa ke toko. Akan tetapi tuntutan persaingan menyebabkan mereka terpaksa tidak melakukan hal semacam itu ….”

Nah anda punya pendapat laen tentang churn ini ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: