Smilling General (betul gak nulisnya ?)

nah terbukti lagi kan ! aku telat lagi ngeposting termasuk tentang wafatnya Presiden ke 2, Soeharto atau lebih enak di telinga dengan sebutan Pak Harto saja, karena kebetulan pas beliau wafat pikiranku lebih terfokus pada kondisi kesehatan istriku sehingga hanya ada niatan untuk ngeposting sekedar ngucapin met jalan Pak Harto, tapi begitu didepan komputer ide buat ngeposting langsung teringat istriku yang lagi berharap2 cemas terhadap kandungannya (yang pada akhirnya atas kehendak Yang Kuasa tidak diperkenankan hadir didunia ini untuk mengisi keceriaan keluarga kecilku).

Kembali ke laptop, karena ide untuk menulis tentang sang Bapak Pembangunan sudah gak ada, so aku hanya pengen ngucapin “selamat jalan Pak Harto …..”

soeharto

Nah biar agak panjang postingannya aku copy paste artikel berjudul Selamat Jalan Pak Harto, yang aku temukan di http://www.schoolofuniverse.com dimana sebagian tulisannya adalah sebagai berikut :

…..

By Healthy Wealthy on January 27th, 2008

Akhirnya, engkau pergi juga.

Selamat jalan Pak Harto. Aku ngga pernah tahu bagaimana sebenarnya dirimu. Baik kah, jahat kah. Banyak orang yang mencintai dirimu, tapi juga tidak sedikit yang membencimu. Yang pasti engkau telah mengisi hari-hariku, di saat aku kecil dulu.

Untungnya pada saat engkau menjadi presiden, aku tidak perlu banyak menghafal nama presiden. Cukup Soekarno dan engkau saja. Berganti-ganti nama wakil presiden dan juga nama menteri. Aku juga sudah tidak hapal lagi.

Wajahmu selalu tersenyum kepadaku dari depan kelas sana. Aku senang karena dapat nilai bagus ataupun sedih dimarahi guru, engkau tetap melemparkan senyum padaku. Mungkin karena engkau sebenarnya orang baik.

Apapun yang telah engkau lakukan, tentu salah satunya karena engkau cinta akan bangsa Indonesia ini. Untuk itu aku ucapkan banyak-banyak terima kasih.

Ketika dalam perjalanan membawa bangsa ini, engkau berbuat salah itu wajar. Setiap orang berbuat salah. Aku ngga tahu apakah engkau sempat memperbaiki kesalahanmu atau tidak. Mudah-mudahan sempat. Karena mungkin kesalahanmu itu bisa menjadi penghalang jasa-jasamu sampai kepada Nya.

Bagi orang yang pernah terdzolimi, aku ngga tau bagaimana perasaanmu. Mungkin engkau senang seandainya beliau belum sempat memperbaiki kesalahannya. Di akhirat nanti, itu akan jadi kartu truf yang bisa menyelamatkan kamu dari neraka (mungkin). Tapi Allah telah berfirman, jika engkau memaafkan maka itu lebih baik.

Kerusakan di Indonesia, bukan hanya tanggung jawab Soeharto saja. Banyak yang lainnya juga ikut bertanggung jawab. Yang sudah mati, maupun yang masih hidup. Tapi kalau kita hanya berharap dari kesadaran orang lain akan kesalahannya atau akan usahanya memperbaiki kesalahan bangsa ini, itu sama saja mimpi. Bukankah lebih baik kalau kita sekarang sama-sama bekerja sekuat tenaga untuk memperbaiki bangsa ini?

Memang bukan pekerjaan mudah. Tapi kita tetap harus hidup dan mengusahakannya. Baik untuk kita sendiri maupun untuk penerus kita. Kalau kita belum berhasil, wariskan semangat memperbaiki pada keturunan kita sehingga mereka bisa meneruskan perjuangan kita.

Mudah-mudahan satu saat nanti, bangsa Indonesia akan bangkit menjadi bangsa kuat. Rakyatnya makmur sejahtera.

2 Responses

  1. Smiling, satu saja el nya.🙂

  2. terima kasih bapak atas pencerahannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: